CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

NO FOOD NO MOOD NO GOOD !!

Senin, 08 Oktober 2012

MODEL KONSEP KURIKULUM



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kurikulum merupakan proses pengalaman pembelajaran yang dirancang atau direncanakan yang telah melalui pembimbingan serta hasil pembelajaran yang diinginkan yang telah dibentuk secara sistematik melalui pembinaan semua materi yang ada dan pengalaman di sekolah, sehingga guru dapatdituntut tanggung jawabnya terhadap kurikulum yang telah ada.
Penafsiran konsep kurikulum bagi peneliti dan praktisi pendidikan dapat berbeda satu sama lain. Secara umum, konsep kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu spesifik rangkaian pengetahuan, keterampilan dan kegiatan untuk disampaikan kepada siswa. Penafsiran lain, konsep kurikulum dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan sebagai panduan guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar.
Model konsep kurikulum sangat mewarnai pendekatan yang diambil dalam pengembangan kurikulum. Sebagai kajian teoritis, model konsep kurikulum merupakan dasar pengembangan kurikulum. Atau dengan kata lain, pendekatan pengembangan kurikulum didasarkan atas konsep-konsep kurikulum yang ada.
Empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik, pribadi, teknologi, dan interaksionis. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis, pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik, teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis, dan dari pendidikan interaksionis disebut kurikulum rekostruksi sosial.
Pada makalah ini penulis akan mengulas tentang perbandingan antara 4 Model Konsep Kurikulum tersebut dari segi Teori atau konsep , Ruang lingkup, dan Implementasi.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perbandingan antara 4 Model Konsep Kurikulum (kurikulum subjek akademis, kurikulum humanistik, kurikulum teknologis, kurikulum rekostruksi sosial) segi Teori atau konsep , Ruang lingkup, dan Implementasi ?
2.      Apa saja Prosedur dalam Pengembangan Kurikulum ?

C.     Tujuan
1.      Supaya pembaca lebih paham dan mengerti akan perbandingan antara 4 Model Konsep Kurikulum (kurikulum subjek akademis, kurikulum humanistik, kurikulum teknologis, kurikulum rekostruksi sosial) segi Teori atau konsep , Ruang lingkup, dan Implementasi menurut tinjauan segi Teori atau konsep , Ruang lingkup, dan Implementasi.
2.      Supaya pembaca lebih paham dan mengerti akan Prosedur dalam Pengembangan Kurikulum.



BAB II
PEMBAHASAN

Aliran atau teori pendidikan memiliki model konsep kurikulum dan praktek pendidikan yang berbeda, yaitu:
1.      Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut subyek kurikulum akademis.
2.      Model konsep kurikulum pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik.
3.      Model konsep kurikulum interaksionis disebut kurikulum rekonstruksi sosial
4.      Model konsep kurikulum teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis

A.    Perbandingan antara 4 Model Konsep Kurikulum

1)      Kurikulum Subjek Akademik

a.    Teori atau konsep :
§  Menggunakan model orientasi pengembangan kurikulum model posisi transmisi artinya model pewarisan budaya
§  Bersumber dari teori pendidikan klasik
§  Menggunakan filosofis perenialisme dan esensialisme
§  Pandangan dasarnya :
1.      Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan kebudayaan masa lalu
2. mengutamakan isi pendidikan
3. guru merupakan ahli dan model
4. pembentukan intelektual siswa

b.      Ruang lingkup :
·         Disain kurikulum berdasarkan struktur disiplin ilmu
·         Sasaran utama adalah perkembangan intelektual
·         Cocok dikembangkan pada ruang lingkup nasional, daerah, mata pelajaran.
·         Dalam pemilihan disiplin ilmu disarankan mengusahakan penguasaan menyeluruh, mengutamakan kebutuhan masyarakat, menekankan pengetahuan dasar
·         Ada tiga pendekatan dalam perkembangan kurikulum, antara lain : melanjutkan pendekatan strktur pengetahuan, studi yang bersifat integratif, pendekatan dalam sekolah fundamentalis

a.       Implementasi :
·         Tujuan kurikulum adalah pemberian pengetahuan yang solid dan melatih siswa menggunakan ide dan proses penelitian
·         Isi kurikulum dipilih tanpa dikonsultasikan siswa, ditetapkan ahli, guru bertanggungjawab mentransmisikan pengetahuan
·         Banyak menggunakan metode inkuiri dan ekspositori
·         Menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi, essay tes
·         Proses pendidikan : materi ® guru ® siswa
·         Isi kurikulum dari disiplin ilmu
·         Organisasi isi : correlated, concentrated, integrated, problem solving

1)      Kurikulum Humanistik
a.       Teori atau konsep :
-        Menggunakan model orientasi pengembangan kurikulum model posisi transmisi dan transformasi
-        Dikembangkan berdasar konsep teori pendidikan pribadi yaitu pendidikan progresif
-        Menggunakan dasar filosofis progressivism & romanticism
-        Pandangan dasarnya :
1. Siswa merupakan yang pertama dan utama dalam pendidikan
2. siswa mempunyai potensi, kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang
3. anak merupakan satu kesatuan yang menyeluruh
4. pendidikan diarahkan kepada pembinaan manusia yang utuh
5. pendidikan merupakan suatu upaya menciptakan situasi yang   permisif, rileks, dan akrab
6. tugas guru menciptakan situasi yang permisif da mendorong siswa   mencari dan mengembangkan  pemecahan sendiri
7. keadaan sekarang merupakan penjumlahan masa lalu untuk melihat secara optimis masa depan

b.      Ruang lingkup :
-        Kurikulum berfungsi menyediakan pengalaman berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi siswa
-        Menekankan integrasi yaitu kesatuan perilaku bukan saja bersifat intelektual tetapi juga emosional
-        Menekankan keseluruhan, kurikulum harus mampu memberikan pengalaman menyeluruh bukan terpenggal-penggal
-        Mengutamakan evaluasi proses daripada hasil
-        Meliputi aliran : 1. Pendidikan konfluen, 2. Kritikisme radikal, 3. Mistikisme modern
-        Cocok dikembangkan pada ruang lingkup bidang studi sekolah. Tidak ada kurikulum standar adanya kurikulum minimal
-        Kurang mnekankan sekuens
-        Konfluen, menekankan keutuhan pribadi
-        kritikisme radikal, pendidikan upaya memungkinkan anak brkembang optimal
-        kurikulum berpusat pada siswa
-        kurikulum menuntut hubungan emosional yang bak antara guru dengan siswa

c.       Implementasi :
-        Siswa menjadi pusat proses belajar dimulai dan dibangun di sekitar minat pengalaman dan pola perkembangan psikologis siswa
-        Menekankan partisipasi siswa dalam belajar pengajaran memfokuskan proses aktualisasi dini
-        Proses pengajaran : siswa ® guru ® materi
-        Pembelajaran menekankan evaluasi proses
-        Tujuan pendidikan mengembangkan pribadi yang utuh
-        Pengajaran menekankan kterbukaan, kesadaran, keunikan dan tanggung jawab pribadi
-        Materi memiliki hubungan yang terorganisasi dengan subjektivitas siswa
-        Menekankan partisipasi siswa dalam belajar, pengajaran memfokuskan proses

2)      Kurikulum Rekontruksi sosial
a.       Teori atau konsep :
-        Menggunakan orientasi pengembangan kurikulum model posisi transaksi
-        Dikembangkan berdasarkan konsep teori pendidikan interaksional
-        Manusia disamping membutuhkan dukungan materi secara baik dan struktur kelembagaan, manusia memiliki kebutuhan yang lebih besar sebagai manusia yaitu bermasyarakat, identifikasi diri, bermakna dalam hidup, serta berbudaya
b.      Ruang lingkup :
§  Memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapi masyarakat
§  Tujuan utama menghadapkan siswa pada masalah yang dihadapi manusia atau memecahkan masalah sosial
§  Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah yang mendesak
§  Isi dan proses disusun bersama, isi berupa masalah dalam masyarakat, guru dan siswa belajar bersama kooperatif dalam kelompok
§  Siswa dilibatkan dalam evaluasi, terutama dalam memilih, menyusun dan menilai bahan yang akan diujikan
§  Pelaksanaan pengajaran diarahkan untuk peningkatan kondisi kehidupan masyarakat
§  Cocok dikembangkan pada ruang lingkup daerah, sekolah, desentralisasi

c.       Implementasi :
§  Siswa diperlakukan sebagai pelajar yang aktif
§  Guru menciptakan situasi dialog dengan dasra saling percaya dan membantu
§  Materi dari lingkungan sosial, budaya masyarakat yang dihadapi siswa sekarang
§  Proses pengajarannya : guru + siswa ® materi
§  Proses pembelajaran berupa kegiatan belajar kelompok yang menguatamakan kerjasama antar siswa, siswa guru, maupun siswa dengan sumber lain
§  Isi kurikulum berupa problem nyata dalam masyarakat
§  Siswa dilibatkan dalam evaluasi

3)      Kurikulum Teknologi
a.       Teori atau konsep :
§  Dipengaruhi model orientasi pengembangan kurikulum model posisi transmisi
§  Bersumber dari teori pendidikan teknologis

b.      Ruang lingkup :
§  Menekankan pada kompetensi
§  Pengembangan kurikulum membutuhkan kerjasama dengan menyusun program dan penerbit media elektronok dan media cetak
§  Meliputi teknologi hardware dan software
§  Program pengajaran teknologi menekankan efektifitas dan efisiensi
§  Kompetensi dirinci menjadi sasaran belajar
§  Cocok dikembangkan dalam bidang studi, sekolah kejuruan.

c.       Implementasi :
§  Tujuan diarahkan dalam penguasaan kompetensi yang dirumuskan dalam bentuk perilaku
§  Banyak menggunakan metode individual
§  Isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu tetapi mendukung penguasaan kompetensi
§  Banyak menggunakan evaluasi objektif tes, pilihan ganda
§  Materi disajikan dalam bentuk disain program, penyajian materi banyak menggunakan media elektronik
§  Guru merupakan perencana alat dan pelengkap belajar siswa
§  Disain pengajaran disusun secara sistematik

A.    Prosedur Pengembangan Kurikulum
1.      Kurikulum Subjek Akademik
a)      Menentukan materi, mata pelajaran, disiplin ilmu
b)      Menentukan tujuan dan kompetensi
c)      Menentukan strategi dan metode
d)     Menentukan evaluasi
2.      Kurikulum Humanistik
a)      Menentukan profil dan kemampuan pribadi
b)      Menentukan tujuan dan kompetensi
c)      Menentukan materi
d)     Menentukan strategi
e)      Menentukan evaluasi
3.      Kurikulum Rekonstruksi Sosial
a)      Menentukan masalah sosial, tema-tema pokok
b)      Menentukan tujuan atau kompetensi
c)      Menentukan materi
d)     Menentukan strategi
e)      Menentukan evaluasi

4.      Kurikulum Teknologi
a)      Menentukan kompetensi (standdar kompetensi ® kompetensi dasar ® indicator kompetensi )
b)      Menentukan tujuan
c)      Menentukan materi atau bahan (pokok-pokok materi ® nama mapel ® sks )
d)     Menentukan strategi ( pengalaman belajar ® kegiatan belajar ® alokasi waktu )
e)      Menentukan evaluasi ( prosedur ® teknik atau alat evaluasi )






BAB III
PENUTUP

Ø  Kesimpulan
Model konsep kurikulum akademis adalah model yang tertua. Sejak sekolah yang pertama berdiri, kurikulumnya mirip dengan tipe ini sampai sekarang walaupun telah berkembang tipe-tipe lain, umumnya sekolah tidak dapat melepaskan tipe ini. Kurikulum ini sangat praktis, mudah disusun, mudah digabungkan dengan tipe lainnya. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan, dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam mata pelajaran tersebut.
Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistic. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J.J. Rousseau (Romantic Education).
Kurikulum rekonstruksi sosial Dikembangkan berdasarkan konsep teori pendidikan interaksional yang memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapi masyarakat.
Kurikulum teknologi bersumber dari teori pendidikan teknologis meliputi teknologi hardware dan software.

Ø  Saran
Dalam pengembangan kurikulum teknologis kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik serta media cetak. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ini merupakan hambatan utama dalam pengembangan kurikulum teknologis.


0 komentar:

Poskan Komentar